Defibrilasi: Mekanisme Inti dalam Penyelamatan Jantung

Defibrilasi merupakan prosedur klinis fundamental yang bertujuan untuk menghentikan disritmia jantung yang mengancam jiwa, khususnya fibrilasi ventrikel (VF) dan takikardia ventrikel tanpa nadi (pulseless VT). Prosedur ini melibatkan penghantaran energi listrik yang terukur ke miokardium melalui elektroda eksternal. Secara esensial, defibrilator mengirimkan arus listrik intensitas tinggi yang mendepolarisasi massa kritis sel jantung secara simultan. Tindakan ini menginduksi asistol transien—periode singkat tanpa aktivitas listrik—yang memungkinkan sel pacemaker alami jantung (nodus sinoatrial) untuk memulihkan dan mempertahankan ritme jantung yang terorganisir dan efektif.

Kecepatan adalah faktor yang mempengaruhi keberhasilan defibrilasi secara signifikan. Penelitian klinis menunjukkan bahwa setiap menit penundaan dalam pemberian terapi mengurangi probabilitas kelangsungan hidup pasien. Oleh karena itu, tenaga medis menekankan perlunya akses cepat dan tindakan segera. Defibrilasi terbagi menjadi dua kategori utama: manual dan otomatis. Defibrilator manual memungkinkan operator terlatih untuk menentukan tingkat energi yang akan digunakan, berdasarkan analisis irama oleh operator. Sebaliknya, Defibrilator Eksternal Otomatis (AED) menyederhanakan proses, memungkinkan responden awam untuk memberikan kejutan. AED secara otomatis menganalisis irama jantung dan menyarankan (atau memberikan) terapi kejut hanya jika AED mengidentifikasi ritme yang shockable.

Implementasi protokol defibrilasi yang efektif memerlukan penempatan bantalan elektroda yang benar untuk memastikan aliran arus listrik yang optimal melalui jantung. Energi yang digunakan bervariasi tergantung pada jenis perangkat dan berat badan pasien, umumnya dinyatakan dalam Joule. Setelah kejutan diberikan, tim medis mengevaluasi kembali irama dan nadi pasien. Defibrilasi berperan sebagai mata rantai yang tidak terpisahkan dalam rantai kelangsungan hidup henti jantung, menawarkan intervensi definitif yang menentukan hasil akhir bagi pasien. Organisasi kesehatan global mendorong pelatihan AED yang luas dan ketersediaan perangkat di tempat umum untuk memaksimalkan peluang penyelamatan jiwa