Deteksi dini kegawatdaruratan maternal dan neonatal merupakan upaya sistematis untuk mengidentifikasi faktor risiko dan tanda bahaya sejak awal kehamilan, persalinan, hingga masa nifas dan neonatal. Tujuan utama deteksi dini adalah mencegah terjadinya komplikasi yang dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi melalui intervensi yang cepat dan tepat.
Pendekatan deteksi dini menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak karena sebagian besar kematian ibu dan bayi disebabkan oleh keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan untuk mencari pertolongan
Adapun program pemerintah yang berkaitan dengan deteksi dini kegawatandaruratan maternal dan neonatal menekan kan standar pemeriksaan sebagai berikut :
- Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan
- Ukur tekanan darah
- Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA)
- Ukur tinggi Fundus Uteri/tinggi Rahim
- Pemeriksaan presentasi bayi dan denyut jantung bayi
- Beri tablet tambah darah (TTD) atau suplemen kesehatan multivitamin dan mineral untuk Ibu hamil (MMS) setiap hari selama kehamilan
- Skrining status imunisasi Tetanus dan pemberian imunisasi bila diperlukan
- Skrining Kesehatan Jiwa
- Tata laksana/penanganan kasus
- Temu wicara/konseling
- Periksa Laboratorium:
- Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)




