Syok pada maternal merupakan kondisi kegawatdaruratan yang ditandai dengan kegagalan sistem sirkulasi dalam mempertahankan perfusi jaringan yang adekuat, sehingga menyebabkan gangguan fungsi organ vital. Pada ibu hamil dan bersalin, syok sering disebabkan oleh perdarahan (syok hipovolemik), infeksi (syok septik), gangguan kardiovaskular (syok kardiogenik), maupun reaksi alergi berat (syok anafilaktik). Kondisi ini menjadi penyebab utama kematian ibu di berbagai negara berkembang, sehingga deteksi dini dan penanganan cepat menjadi sangat penting dalam menurunkan angka mortalitas maternal.
Tanda Gejala Syok
Pasien yang mengalami syok, mengalami berbagai Respons klinis berdasarkan volume kehilangan darah dan manifestasi hemodinamik. Kriteria pertama di golongkan Syok Ringan Ditandai dengan gejala klinis minimal, di mana mekanisme kompensasi tubuh masih mampu menjaga stabilitas. Pasien menunjukkan sedikit peningkatan pada frekuensi napas dan denyut nadi. Selanjutnya pada Syok Sedang Terjadi manifestasi takikardia (denyut jantung >100 x/menit) dan gangguan perfusi perifer berupa akral dingin akibat vasokonstriksi. Pada tahap ini, tekanan darah sistolik biasanya masih dapat dipertahankan dalam batas normal. Kemudian pada Syok Berat Terjadi kehilangan volume darah yang signifikan (estimasi >30% dari total volume darah). Mekanisme kompensasi tidak lagi memadai, yang ditandai dengan penurunan tekanan darah sistolik (hipotensi) serta penurunan perfusi organ yang lebih dalam.
Tahapan Syok
- Tahap Awal (Initial Stage)
- Tahap Kompensasi (Compensatory Stage):
- Tahap Dekompensasi (Progressive/Decompensatory Stage):
- Tahap Refrakter (Refractory Stage)
Klasifikasi Syok pada Maternal
- Syok Hipovolemik
- Syok Kardiogenik
- Syok Distributif
- Syok Obstruktif




